Friday, 20 January 2017

Belasan Sekolah di Sarolangun Numpang UN

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan Ujian Nasional (UN) 2017 dilaksanakan dengan berbasis komputer. Di Kabupaten Sarolangun, ujian nasional berbasis komputer (UNBK) melahirkan masalah baru. Belasan sekolah terpaksa menumpang UN ke sekolah lain.
Kondisi tersebut tidak bisa dicegah, karena sekolah pelaksana UNBK sangat terbatas. Tidak sebanding dengan jumlah sekolah pelaksana UN secara keseluruhan.
“Untuk tahun ini (2017, red) untuk tingkat SLTA, wajib UN menggunakan sistem komputer. Ada atau tidak ada komputer di sekolahnya, siswa harus melaksanakan UN menggunakan komputer,” kata Kadisdik Sarolangun, Lukman, Kamis (19/1).
Berdasarkan data sebut Lukman, di Sarolangun terdapat 21 sekolah SMA, terdiri dari 15 sekolah negeri dan 6 sekolah swasta. Sementara SMK terdapat 22 sekolah baik negeri maupun swasta.
Dari sekolah tersebut jelasnya, untuk SMA hanya ada 5 sekolah yang sudah siap UNBK. Namun untuk SMK semua sekolah sudah siap melaksanakan UNBK.
Dijelaskannya, bagi sekolah yang tidak memiliki komputer atau belum bisa melaksanakan UNBK. Maka siswanya diperbolehkan untuk menumpang di sekolah lain yang memiliki dan siap menggelar UNBK.
“Caranya ya menumpang di sekolah lain. Jadi nanti sistem yang dipakai bergantian. Tapi dibuat polanya, supaya soal ujian tidak bocor dan sama dengan siswa yang sudah melaksanakan ujian,” jelasnya.
Beberapa siswa diminta tanggapannya terkait UNBK mengaku, siap untuk mengikutinya. Meski saat ditanya jika sekolah mereka terpaksa menumpang melaksanakan UNBK ke sekolah lain.
“Siap dak siap ya harus siap. Rasa waswas mungkin ada karena kita ujian bukan di sekolah kita,” ujar beberapa siswa.

Romeltea Media
Sicantik Updated at:

Belasan Sekolah di Sarolangun Numpang UN

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan Ujian Nasional (UN) 2017 dilaksanakan dengan berbasis komputer. Di Kabupaten Sarolangun, ujian nasional berbasis komputer (UNBK) melahirkan masalah baru. Belasan sekolah terpaksa menumpang UN ke sekolah lain.
Kondisi tersebut tidak bisa dicegah, karena sekolah pelaksana UNBK sangat terbatas. Tidak sebanding dengan jumlah sekolah pelaksana UN secara keseluruhan.
“Untuk tahun ini (2017, red) untuk tingkat SLTA, wajib UN menggunakan sistem komputer. Ada atau tidak ada komputer di sekolahnya, siswa harus melaksanakan UN menggunakan komputer,” kata Kadisdik Sarolangun, Lukman, Kamis (19/1).
Berdasarkan data sebut Lukman, di Sarolangun terdapat 21 sekolah SMA, terdiri dari 15 sekolah negeri dan 6 sekolah swasta. Sementara SMK terdapat 22 sekolah baik negeri maupun swasta.
Dari sekolah tersebut jelasnya, untuk SMA hanya ada 5 sekolah yang sudah siap UNBK. Namun untuk SMK semua sekolah sudah siap melaksanakan UNBK.
Dijelaskannya, bagi sekolah yang tidak memiliki komputer atau belum bisa melaksanakan UNBK. Maka siswanya diperbolehkan untuk menumpang di sekolah lain yang memiliki dan siap menggelar UNBK.
“Caranya ya menumpang di sekolah lain. Jadi nanti sistem yang dipakai bergantian. Tapi dibuat polanya, supaya soal ujian tidak bocor dan sama dengan siswa yang sudah melaksanakan ujian,” jelasnya.
Beberapa siswa diminta tanggapannya terkait UNBK mengaku, siap untuk mengikutinya. Meski saat ditanya jika sekolah mereka terpaksa menumpang melaksanakan UNBK ke sekolah lain.
“Siap dak siap ya harus siap. Rasa waswas mungkin ada karena kita ujian bukan di sekolah kita,” ujar beberapa siswa.

Romeltea Media
Sicantik Updated at:

Belasan Sekolah di Sarolangun Numpang UN

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan Ujian Nasional (UN) 2017 dilaksanakan dengan berbasis komputer. Di Kabupaten Sarolangun, ujian nasional berbasis komputer (UNBK) melahirkan masalah baru. Belasan sekolah terpaksa menumpang UN ke sekolah lain.
Kondisi tersebut tidak bisa dicegah, karena sekolah pelaksana UNBK sangat terbatas. Tidak sebanding dengan jumlah sekolah pelaksana UN secara keseluruhan.
“Untuk tahun ini (2017, red) untuk tingkat SLTA, wajib UN menggunakan sistem komputer. Ada atau tidak ada komputer di sekolahnya, siswa harus melaksanakan UN menggunakan komputer,” kata Kadisdik Sarolangun, Lukman, Kamis (19/1).
Berdasarkan data sebut Lukman, di Sarolangun terdapat 21 sekolah SMA, terdiri dari 15 sekolah negeri dan 6 sekolah swasta. Sementara SMK terdapat 22 sekolah baik negeri maupun swasta.
Dari sekolah tersebut jelasnya, untuk SMA hanya ada 5 sekolah yang sudah siap UNBK. Namun untuk SMK semua sekolah sudah siap melaksanakan UNBK.
Dijelaskannya, bagi sekolah yang tidak memiliki komputer atau belum bisa melaksanakan UNBK. Maka siswanya diperbolehkan untuk menumpang di sekolah lain yang memiliki dan siap menggelar UNBK.
“Caranya ya menumpang di sekolah lain. Jadi nanti sistem yang dipakai bergantian. Tapi dibuat polanya, supaya soal ujian tidak bocor dan sama dengan siswa yang sudah melaksanakan ujian,” jelasnya.
Beberapa siswa diminta tanggapannya terkait UNBK mengaku, siap untuk mengikutinya. Meski saat ditanya jika sekolah mereka terpaksa menumpang melaksanakan UNBK ke sekolah lain.
“Siap dak siap ya harus siap. Rasa waswas mungkin ada karena kita ujian bukan di sekolah kita,” ujar beberapa siswa.

Romeltea Media
Sicantik Updated at:

"Kami Sudah Bayar Mahal"

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Fasilitas rumah sakit umum Prof DR HM Chatib Quzwain Kabupaten Sarolangun, dikeluhkan sejumlah pasien. Keluhan tersebut disampaikan saat anggota Komisi I DPRD Sarolangun melakukan sidak ke RSUD tersebut, Jumat (20/1).

Keluhan yang paling banyak dikeluhkan oleh pasien yakni, genangan air di selokan yang mengeluarkan bau busuk. Selain itu beberapa tempat pembuangan air (closed) yang dibiarkan tersebut.

“Bagaimana tidak kesal pak. Air got tergenang, tempat pembuangan air (closed-Red) tersumbat. Kami sudah membayar mahal, tapi fasilitasnya tidak sesuai dengan yang kami harapkan,” kata Ratnawati, salah seorang istri pasien yang dirawat di ruang penyakit dalam kepada anggota Komisi I, kemarin.

Dia juga mengatakan, akibat tersumbatnya tempat pembuangan air, mereka kesulitan untuk buang air. Apalagi sisa kotoran sebelumnya masih terdapat di closed.
“Kalau kondisinya seperti ini, pasien bukannya makin sehat, tapi bisa makin sakit,” keluhnya.

Mendapat laporan tersebut, para anggota dewan yang sidak langsung mengecek kondisi tersebut. Dewanpun menemukan apa yang disampaikan oleh beberapa pasien.

Namun upaya dewan untuk mengonfirmasi petinggi rumah sakit tak membuahkan hasil. Karena para petinggi mulai dari direktur, dan kepala ruangan tidak berada di rumah sakit.

Informasi sejumlah tenaga honorer yang saat itu berjaga, Direktur bersama seluruh kepala ruangan dan sejumlah dokter, pergi jalan-jalan ke Singapura.
”Kami kecewa betul dengan para pejabat yang ada di RSUD ini. Mengapa semua pejabatnya pergi ke Singapura. Kalau terjadi apa-apa bagaimana? Siapa yang mau bertanggung jawab," kesalnya.
Menurut Muslim, anggaran yang pernah diberikan Pemerintah, cukup besar untuk pembangunan RSUD itu. Meski demikian, fasilitasnya tidak sesuai dengan anggaran.
”Kabarnya anggaran yang dikucurkan untuk RSUD ini tak kurang dari Rp 34 miliar. Kok fasilitasnya bisa seperti ini. Jauh dari kata layak,” terangnya.
Ditegaskannya, untuk menindaklanjuti keluhan pasien, mereka (Komisi I) akan memanggil Direktur RSUD untuk dilakukan hearing dalam waktu dekat ini. Pemanggilan ini akan dilakukan melalui surat undangan apabila orang nomor satu di RSUD itu sudah pulang dari Singapura.
”Pasti kita panggil. Nanti kami akan minta penjelasan dari pihak RSUD. Soalnya ini sudah keterlaluan sekali. Apalagi menyangkut kesembuhan pasien,” tegasnya.
Terpisah Direktur RSUD Prof DR HM Chatib Quzwain, dr Irwan Miswar melalui Kepala Bidang Pelayanan, dr Bambang, dikonfirmasi mengatakan, hal tersebut bukanlah suatu masalah besar. Menurutnya, genangan air hanya disebabkan oleh hujan deras.

“Hal biasalah itu. Tidak usah diperpanjang. Saya menduga persoalan ini ada maksud tertentu,” ucapnya dihubungi awak media via telepon, kemarin.

Romeltea Media
Sicantik Updated at:

Warga SAD Tewas Tertembak Senjata Rakitan Sendiri

TRIBUNJAMBU.COM, BANGKO - Warga Suku Anak Dalam (SAD), Saril (33) ditemukan tewas tertembak. Warga SAD yang bermukim di desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, kabupaten Merangin tertembak oleh senjatanya sendiri, Kamis (19/1) malam.
Informasi yang didapat, kejadian bermula ketika korban (Saril, red) pergi berburu sekitar pukul 21.30 di Desa Sungai Pinang Kecamatan Sungai Manau. Namun ketika hendak menyeberangi sungai, tiba-tiba tali kecepek yang disandang korban lepas dan menembak bagian betis kanan korban.
Sekitar pukul 23.30, korban ditemukan rekannya sendiri yakni Runcing yang kebetulan melintasi kawasan tersebut.
Akhirnya Runcing membawa korban ke RSUD, namun ketika tiba di kawasan Teluk Wang, korban sudah tidak bernyawa.
Kapolsek Kota Bangko, Iptu Didih Engkas dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini katanya, jasad korban sudah dijemput pihak keluarga.
"Ya memang benar, kejadiannya semalam, dan kasus ini sedang dalam penyelidikan kami," ujar Kapolsek, Jumat (20/1).(*)

Romeltea Media
Sicantik Updated at:

Rp 2,5 Miliar Benahi Sektor Pariwisata Kerinci

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Infrastruktur sektor pariwisata di Kabupaten Kerinci perlu pembenahan. Ini dilakukan dalam rangka mendukung branding wisata yang melekat di Kabupaten Kerinci.
Sejalan dengan itu Bupati Kerinci, Adirozal mengatakan pada 2017 akan memperbaiki seluruh infrastruktur jalan menuju lokasi objek wisata. Dikatakan bupati Kerinci peningkatan sektor wisata bukan saja tanggungjawab dinas pariwisata saja tapi tanggungjawab bersama.
"Saya sudah sampaikan ke PU kerinci untuk memaksimalkan pembangunan menuju lokasi wisata," katanya kemarin (20/1).
Selain pembangunan jalan infrastruktur di lokasi wisata juga akan di bangun lokasi santai. Seperti di Air Panas Semurup, danau Kerinci dan objek wisata yang ramai dikunjungi.
Ia menyebutkan sektor pariwisata di tahun 2017 ini mendapat dana bantuan dari pusat yang cukup besar. Dana dari pusat tersebut akan digunakan untuk perbaikan dan membenahi objek wisata.
Ardinal kepala dinas Pariwisat, Kebudayaan, Pemuda dan Olahrga (Parbudpora) Kerinci mengatakan tahun 2017 mendapat bantuan dana DAK sebesar Rp2,5 milyar. Dana tersebut akan dibangun untuk pengembangan pariwisata dan perbaikan infrastruktur di objek wisata, tidak ada prioritas pembangunan akan menyebar ke seluruh objek wisata yang ada.
Dikatakan Ardinal, sementara untuk dana tahun 2017 dari APBD Kerinci total seluruhnya Rp6 milyar untuk Disparbudpora. Tapi dirinya mengaku tidak mengetahui berapa bagian untuk sektor pariwisata.
"Dana untuk dinas kita ada sebesar 6 milyar rupiah hanya saja saya kurang tahu berapa untuk pariwisata," pungkasnya.

Romeltea Media
Sicantik Updated at:

Artis Ibu Kota Terjaring Razia di Sarolangun

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN – Artis ibu kota Sultan Abujani terjaring razia gabungan yang digelar Polres Sarolangun dan Kodim 0420/Sarko, Sabtu (30/1) malam. Pelantun tembang Terpaksa Aku Lakukan ini kedapatan membawa senjata tajam jenis golok saat melintas di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Km 1 kota Sarolangun.
Informasi yang didapatkan, artis yang juga mempopulerkan tembang Gerimis Mengundang ini sekitar pukul 22.00 Wib, melintas menggunakan mobil Avanza B 1530 SRY dari Padang (Sumbar) tujuan Jakarta. Namun sesampai di Kota Sarolangun, aparat yang mengelar razia memberhentikan mobil yang dikemudikan langsung oleh Sultan itu.
Oleh aparat mobil yang hanya ada Sultan di dalamnya itu kemudian diperiksa. Di dalam mobil itu petugas menemukan sebuah golok. Karena membawa senjata tajam, Sultan pun dimintai keterangan.
“Dari pengakuan Sultan golok tersebut merupakan pemberian fansnya,” ujar petugas yang ikut dalam razia tersebut.
Menurut petugas, setelah didata dan diperiksa, sang artis kemudian dilepaskan. Namun golok yang dibawanya tetap diamankan, karena merupakan senjata tajam.
Dandim 0420/Sarko, Letkol Inf Budiawan dikonfirmasi membenarkan pihaknya bersama Polres Sarolangun mengelar razia gabungan. Razia dilakukan untuk menekan angka kriminal yang akhir-akhir ini marak di wilayah Sarolangun.
“Seperti pelarian para teroris, radikalisme dan narkoba,” ucapnya, Minggu (31/1).(*)
 

Romeltea Media
Sicantik Updated at:

 
back to top